• Juni 9, 2024

Tersangka SYL Meminta Jokowi Saksi Untuk Meringankan Istana dengan Relevan Jokowi Tak Berikan Komentar

Staf Khusus Presiden Bidang Peraturan Dini Purwono angkat bicara soal permintaan eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) supaya Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjadi saksi meringankan dalam perkara gratifikasi dan pemerasan di Kementerian Pertanian (Kementan).

Dini mengatakan permintaan tersebut tidak relevan. Pasalnya, persidangan dan kasus yang menjerat SYL dilakukan bukan dalam rangka melakukan tugas sebagai menteri Jokowi.

“Berdasarkan kami permintaan tersebut tidak relevan. Progres persidangan SYL merupakan terkait dugaan perbuatan yang dilakukan dalam kapasitas pribadi dan bukan dalam rangka melakukan tupoksinya sebagai pembantu Presiden,” terang Dini terhadap wartawan, Sabtu (8/6/2024).

Kecuali itu, kata ia, kekerabatan Jokowi dengan slot minimal depo 5k para menterinya cuma sebatas kekerabatan kerja untuk melakukan pemerintahan. Sehingga, Dini menyebut Jomkwi tidak mempunyai kapasitas memberikan komentar terkait perbuatan pribadi para menterinya.

“Relasi Presiden dengan para asistennya merupakan sebatas kekerabatan kerja dalam rangka melakukan pemerintahan. Presiden tidak dalam kapasitas untuk memberikan tanggapan atau komentar apapun terkait perbuatan pribadi para asistennya,” tutur Dini.

Sebelumnya, Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengirim surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi saksi meringankan dalam perkara gratifikasi dan pemerasan di Kementerian Pertanian (Kementan).

Kecuali Jokowi, SYL juga berharap Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, hingga eks Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai saksi a de charge.

“Dinilai terang saksi a de charge sekitar dua orang, melainkan secara sah kami juga sudah bersurat terhadap Bapak Presiden, kemudian terhadap Bapak Wakil Presiden, Menko Perekonomian, dan juga Pak Jusuf Kalla yang kami pikir mereka kan kenal dengan pak SYL,” kata kuasa peraturan Syahrul, Djamaluddin Koedoeboen di gedung merah putih KPK, Jumat, (7/6/2024).

Performa Penting untuk Buktikan Khususnya SYL
Djamaluddin mengatakan, nama-nama tersebut diajukan sebab dianggap mengenal kinerja kliennya selama menjadi menteri. Ketika kata Djamaluddin, keterangan Presiden sangat penting untuk menandakan kinerja SYL yang sudah mengabdi terhadap bangsa.

Salah satunya merupakan pada ketika penanganan pangan Pandemi Covid-19 yang dimana Kementan mempunyai peran aktif.

“Namun problem ini mulai terkuak di ketika covid-19, kita lihat di persidangan itu bahwa ada diskresi dari presiden maupun menteri terkait dengan kondisi tertentu, dan untuk itu lah kita berharap sekali bapak presiden sebagai penanggung jawab tertinggi di negara ini dan sebab pak SYL merupakan salah satu pembantu dari beliau dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga pangan nasional, dan aku kaprah prestasi SYL yang Rp2.200 triliun yang tiap-tiap tahun itu kita meminta klarifikasi,” tutur Djamaluddin.

“Terus juga mengonfirmasi terhadap bapak presiden apakah yang diperkenalkan oleh beliau [SYL] selama persidangan itu benar atau tidak sehingga masyarakat lalu tidak menerka-nerka atau tidak berpolemik, sesungguhnya yang dilakukan pak SYL untuk keluarga atau bangsa dan negara sih,” lanjut ia.

Belum Ada Balasan
Dia demikian, Djamaluddin mengaku belum ada surat balasan permintaan jadi saksi meringankan yang diajukannya.

Namun juga sudah menyiapkan opsi lain sekiranya pada akibatnya Jokowi dkk tidak berkenan hadir ketika persidangan.

“Kita juga sudah menyiapkan yang lain sekiranya sekiranya bapak presiden berhalangan, ada kesibukan negara, dan lain sebagainya. , sesungguhnya kami berharap sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan mestinya dalam kondisi seperti ini beliau mesti turun tangan, memberikan klarifikasi terhadap publik, entah itu menyalahkan atau mengoreksi atau meluruskan,” pungkasnya.