• Maret 22, 2024

Standrich, Sepatu Kanvas “Hati Bangsa” dengan Desain Kekinian

Brand lokal yang mengangkat sepatu kanvas semakin populer di Indonesia. Kesempatan itu pula yang ditangkap pemilik Standrich, Baik Febriansyah. “Namun 2016 itu aku gak kepikiran bikin sepatu, sebab sepatu itu ribet,” ujar pria kelahiran 1 Februari 1994 ini terhadap Penunjuk.com di Bandung, Selasa (4/2/2020) lalu. Baru di tahun 2018, Baik memberanikan terjun ke bisnis sepatu. Dia menyiapkan desain dan mencari bengkel sepatu yang dapat menerapkan segala usulannya.

Ternyata, mencari perajin sepatu bahkan bukan hal mudah. Berbulan-bulan ia mencari perajin yang ideal, bahkan sempat dibohongi. Namun, berkat kesabaran, ia menemukan bengkel yang ideal di Cibaduyut, Bandung. “Artikel pertama aku namanya siji artinya satu dalam bahasa Jawa. Siji diluncurkan Juni 2018 sebanyak 30 pasang,” ungkap Baik. Kurang dari satu bulan, sepatu yang dibandrol Rp 265.000 itu laku terjual. Meski di permulaan-permulaan ia hanya mengandalkan Instagram dalam pemasaran.

Dia merasa, larisnya Standrich link sbobet sebab sebagian keunggulan. Pertama, ia menerapkan bahan berkwalitas ialah kanvas marsoto 12 os. Pori-pori dari kanvas marsoto 12 os ini lebih kecil sehingga lebih bendung lama

Lalu, berkaitan desain, ia mengaku mengambil pandangan baru dari sebagian merk terkenal. Bedanya, ia membubuhkan jahitan yang lebih eksklusif, demi memberikan kesan mewah. Ditambah pula sol empuk yang ringan, membuat sepatu ini nyaman digunakan. “Sol-nya sendiri masih menerapkan waffle. Ke depan pengennya punya sol sendiri,” tutur ia. Ciri khas dari sepatu ini ada pada logo di salah satu sisi sepatu. Sekiranya disimpan tegak berdiri, logo hal yang demikian akan menyusun huruf S, mewakili merek Standrich.

Saya sengaja membuat orang ambigu. Logo itu petir atau bentuk lain. Ada pula yang menganggap itu gunung, logo batman, dan lainnya,” sebut alumni MA Al-Muddatsiriyah ini. Untuk warna, selama ini Baik mengunggulkan hitam dan putih. Namun untuk sebagian artikel ada warna lain, seperti merah dan biru. Dikala ini, permintaan sepatunya terus berkembang seiring dengan bertambahnya artikel sepatu miliknya yang sudah berjumlah 10. “Dulu kan 20-30 pasang per bulan. Kini permintaannya dapat mencapai 100 pasang per bulan,” imbuh ia. Sepatu yang dijual Rp 250.000-320.000 ini dijual lewat Instagram @standrich.co. Pembelinya berasal dari beraneka daerah di Indonesia berusia 16-25 tahun. Sepatu Standrich didesain unisex, sehingga pembelinya bahkan beraneka, perempuan dan laki laki.