• Juni 9, 2024

Respons Disdik Sukabumi soal Guru Olahraga Diduga Cekik Siswa SD

Peristiwa dugaan penganiayaan yang dialami MPI (12) siswa Sekolah Dasar Negeri di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi yang diduga dicekik guru olahraga, kasusnya ditangani pihak kepolisian.

Kepala Dinas Pengajaran (Disdik) Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang mengaku merasa prihatin atas kejadian dugaan guru aniaya murid hal yang demikian. Pihaknya tengah menunggu pengerjaan undang-undang oleh kepolisian.

“Iya yang guru itu ya mencekik muridnya. Ya memang secara ini aku prihatin dengan kejadian hal yang demikian. dari pihak keluarga sekarang melaporkan ke ranah undang-undang, ke kepolisian. Jadi kita menunggu hasil dari kepolisian, jadi kita tdk dapat melangkah dulu lebih jauh,” ujar Eka ketika dikonfirmasi, Jumat (7/6/2024).

Disinggung soal pemanggilan situs slot depo 5k kepala sekolah, dia menerangkan, pengerjaan pemanggilan itu sudah dijalankan bertahap dengan berkoordinasi dengan pihak berhubungan, hal itu menurutnya merujuk pada prosedur jika ada keadaan sulit terhadap guru.

“Kami menginstruksikan ke bidang SD dan di situlah ada Kasi Kesiswaan, sudah berkoordinasi dengan pengawas dan PGRI di tingkat kecamatan. Jadi kita menunggu aja dulu hasil dari kepolisian. Dia (guru) honorer,” jelasnya.

Kepala Sekolah Diperiksa Polisi
Terpisah, Kanit PPA Polres Sukabumi, Ipda Sidik Zaelani, perkara dugaan penganiayaan hal yang demikian sedang ditelusuri. Sebagian saksi juga sudah diperiksa, termasuk kepala sekolah.

“Kami sedang memanggil saksi-saksi, termasuk sahabat-sahabat korban, guru, dan kepala sekolah. Terduga pelaku belum dipanggil karena kami perlu meyakinkan kejadian khususnya dulu,” ujar Sidik.

Pihak kepolisian juga sudah mengerjakan permintaan visum medis guna melengkapi alat bukti dalam menangani perkara hal yang demikian. “Hari ini pemanggilan sahabat-sahabat korban dan guru, serta kepala sekolah,” sambung dia.

Dikabarkannya sebelumnya, pihak keluarga melaporkan kejadian dugaan guru aniaya murid itu ke Polres Sukabumi. Kakak korban, Dede menuturkan, pengaruh kejadian itu adiknya mengalami luka lecet di leher dan tangan.

Menurutnya, kejadian itu bermula ketika korban tak sengaja menendang bola yang mengenai kepala gurunya. Dikala kejadian, korban juga sempat dijambak oleh guru hal yang demikian.

“Kronologisnya tepat di sekolah kejadiannya nggak sengaja nendang bola kena kepala gurunya. Terus seketika naik pitam ke anaknya, seketika dicekik, dijambak oleh gurunya,” ujarnya.