• Mei 22, 2024

Minim Sentimen, Harga Minyak Mentah Dunia Turun Tipis

Harga minyak mentah berjangka melemah pada hari Selasa karena tak adanya katalis pasar utama yang menunjang harga.

Harga minyak mentah AS dan patokan global Brent telah diperdagangkan dalam kisaran USD 3 bulan ini semenjak aksi jual dari jenjang tertingginya di bulan April. Ini terjadi setelah para pedagang menurunkan premi risiko geopolitik karena kekhawatiran akan perang Timur Tengah yang lebih luas mereda.

Berikut adalah harga kekuatan penutupan hari Selasa dikutip dari CNBC, Rabu (22/5/2024):

Kontrak West Texas Intermediate bulan Juni: USD 79,26 per barel, turun 54 sen, atau 0,68%. Hingga dikala ini, minyak mentah AS naik 10,62%.
Kontrak Brent Juli: USD 82,88 per demo slot mahjong ways 2 barel, turun 83 sen, atau 0,99%. Hingga dikala ini, referensi global naik 7,58%.
Unsur Fundamental
Pemodal kini lebih konsentrasi pada fundamental tapi kurangnya katalis rentang pendek kemungkinan akan membikin harga terikat pada kisaran untuk dikala ini, kata Croft kepada kliennya dalam catatan hari Selasa. RBC memperkirakan minyak mentah AS akan rata-rata USD 79,50 per barel dan Brent USD 84 per barel untuk sisa tahun ini

“Kami tak berada dalam situasi defisit pasokan,” kata Croft. “Kami tak merasa cemas seperti yang kadang-kadang kami alami dikala memasuki musim panas. Tetapi demikian, kita masih memiliki musim mengemudi musim panas di depan kita.”

Pengurangan Produksi OPEC

Pengurangan produksi yang dilakukan oleh koalisi anggota OPEC+ telah memberikan landasan bagi harga minyak setelah aksi jual bulan lalu. Kartel tersebut akan bertemu akhir minggu depan untuk meninjau kebijakan produksinya.

John Evans, analis di pialang minyak PVM, mengatakan pasar akan semakin konsentrasi pada bagaimana respon OPEC+ kepada pergerakan harga minyak dikala ini seiring semakin dekatnya pertemuan tersebut. Pelemahan pasar dikala ini sepertinya tak menunjang pengembalian pasokan OPEC ke pasar, kata Evans.

Croft sependapat: “Saya tak berpikir ada orang yang mengantisipasi pada tingkat harga dikala ini bahwa mereka akan mengembalikan minyak ke pasar,” katanya kepada CNBC.