• Mei 13, 2024

Merek Sepatu Lokal ini Usung Konsep Ramah Lingkungan

Perputaran popularitas fesyen memang semakin cepat dan membikin banyak orang nggak pengin tertinggal popularitas yang lagi digandrungi. Rupanya popularitas fesyen yang cepat dapat memunculkan sebagian dilema untuk bumi kita. Sampah dan limbah fesyen ikut serta menjadi penyumbang sebagian besar volume sampah di dunia. Makanya, saat ini banyak merek fesyen yang berupaya mengurangi limbah fesyen dengan membikin produk dari bahan yang mudah terurai.

Nggak hanya merek luar negeri, merek sepatu lokal Indonesia juga telah banyak yang mengusung konsep ramah lingkungan. Kira-kaprah apa saja, ya? Yuk lantas simak ulasan Hipwee Style berikut ini!

  1. Merek sepatu lokal Pijak Bumi adalah salah satu brand lokal yang membikin koleksinya dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan

Merek sepatu lokal asal Bandung ini pertama kali rilis pada tahun 2016 dengan ‘Gene Sneakers’ yang menjadi koleksi pertamanya. Nama Pijak Bumi sendiri dipilih sebab berkeinginan agar produknya dapat dekat dengan ‘bumi’ dan menerapkan bahan kulit yang mudah terurai. Kecuali itu, Asfales yang adalah pemilik brand ini berkeinginan membikin sepatu dengan bahan dan sistem yang lebih baik untuk lingkungan dan kesejahteraan para pengrajin sepatu.

Koleksi sepatu dari Pijak Bumi terbuat dari bahan kulit alami yang disamak dengan ekstrak tanaman kenaf. Tanaman ini memiliki oksigen delapan demo spaceman kali lebih banyak ketimbang tipe pohon lainnya lo! Prose pembuatannya bahkan nggak menerapkan bahan kimia dan dijadikan dengan mesin jahit kaki. Berkat inovasi yang ramah lingkungan, Asfales mendapatkan penghargaan sebagai Emerging Desainer dari The MICAM Milano pada tahun 2020. Keren, ya?

  1. Node Organic juga ikut serta berkontribusi untuk menjaga bumi dengan produk-produknya yang terbuat dari bahan yang mudah terurai di alam

Node adalah singkatan dari no deforestation yang memiliki tujuan untuk membikin produk yang lebih ramah lingkungan dengan menerapkan bahan sampingan pertanian yang dapat terurai menjadi pupuk tanaman. Melansir dari situs Node, koleksi sandal dan sepatu dari merek ini telah memiliki sertifikat bebas polutan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian sehingga aman untuk air dan tanah saat terurai.

Node menerapkan sebagian bahan alami untuk membikin koleksi sepatunya, di antaranya kapas bambu, sutra, dan ekstrak tanaman kenaf untuk komponen atas sepatu serta menerapkan sekam padi dan resin pinus untuk komponen sol sepatunya.

  1. Bro.do juga mengerjakan inovasi dengan membikin koleksi sepatunya dengan bahan eco leather yang mudah terurai

Merek sepatu lokal Bro.do telah eksis semenjak tahun 2010 dan saat ini mulai mengerjakan inovasi dengan membikin koleksi sepatu yang lebih ramah lingkungan. Tenar dengan koleksi sepatu kulitnya, kali ini Bro.do membikin sepatu tersebut dengan bahan eco leather yang adalah formula solvent-cuma-cuma microfiber untuk mengurangi pemakaian bahan kulit awam yang kurang ramah bagi lingkungan.

Pengolahan eco leather nggak menerapkan bahan kimia membahayakan sehingga dapat menjadi alternatif pengganti bahan kulit. Kecuali itu, merek ini juga bekerjasama dengan Cassaplast untuk membikin kemasan bio plastik yang mudah diurai oleh mikroorganisme tanah sebab menerapkan resin dari tapioka dan minyak nabati.

  1. Sage Footwear mengambil langkah untuk berkontribusi melestarikan bumi dengan menerapkan bahan recycled cotton untuk koleksi sepatunya

Merek lokal satu ini memiliki prinsip yang mengedepankan mutu dan lingkungan dengan tagline “Melangkah ke Segala Arah” dalam membikin koleksi sepatunya. Melansir dari situs Sage Footwear, sepatu dari merek ini terbuat dari limbah katun dari pabrik garmen yang diolah kembali menjadi benang katun baru untuk ditenun menjadi material fabric upper. Penggunaan material ini adalah sebuah upaya untuk menghemat pemakaian air sebab untuk membikin satu kilogram kapas membutuhkan 10.000 liter air lo!