• Juni 9, 2024

Mendagri Minta Semua Kepala Tempat Manfaatkan Lahan Tidur Untuk Jadi Pertanian

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian minta segala kepala daerah memanfaatkan lahan tidur menjadi pertanian yang produktif. Hal ini untuk menunjang ketersediaan pangan dan menuju swasembada pangan.

“Kami juga minta kepada segala daerah supaya lahan-lahan tidur yang nggak produktif, dapat diwujudkan lahan pertanian. Artinya menambah lahannya mahjong ways 2 (untuk pertanian),” kata Tito berakhir menghadiri Rapat Koordinasi Perluasan Areal Tanam dan Penandatanganan Nota Kesepahaman bersama Menteri Pertanian di Jakarta, Jumat, (8/6/2024).

Menurut Tito, pemanfaatan lahan tidur secara

tepat sasaran dapat meningkatkan produksi pangan secara lokal, sehingga mengurangi ketergantungan pada impor pangan dan meningkatkan kemandirian pangan.

Kecuali itu, Tito juga minta supaya lahan pertanian tidak diubah menjadi lahan bisnis. “Kecuali tadi, kami juga akan menunjang pertanian, mempertahankan lahan yang sudah ada, jangan di-convert menjadi daerah komersial ataupun atau yang lain-lain,” ucap Tito.

Dia malah akan membikin surat edaran yang akan dialamatkan kepada segala kepala daerah yang ada di Indonesia. Kemudian akan membikin tim khusus untuk melaksanakan evaluasi untuk mengenal daerah mana saja yang sudah melaksanakan ataupun tidak melaksanakan surat edaran.

“Nah itu diantaranya poin-poin yang kita akan sampaikan surat edaran kepada kepala daerah. Dan setelah itu nanti kita akan buat tim, tim untuk mengevaluasi yang mana yang melaksanakan, mana yang tidak,” tutur Tito.

Tito menekankan bahwa pemerintah sentra akan memberikan reward bagi kepala daerah yang berhasil melaksanakan tugas ini dengan baik. Namun, sebaliknya, Tito juga menyuarakan bahwa akan ada punishment bagi mereka yang tidak melaksanakan tugas ini dengan baik.

“Yang melaksanakan kita akan berikan reward, yang tidak melaksanakan ya ada punishment-nya,” imbuh Tito.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa optimasi lahan dan pompanisasi yakni langkah ideal sebab rupanya menjadi solusi pasti menuju Indonesia swasembada dan juga lumbung pangan dunia.

“Dikala ini segala negara mengalami penurunan produksi, di mana ada banyak negara kelaparan dan ada banyak saudara kita tergolek. Sebab itu kita harus memitigasi secara baik dan benar mulai dari sekarang. Maka itu kita mempunyai solusi pesat berupa optimasi dan pompanisasi,” ujar Amran.

Mentan mengatakan, sektor pertanian harus menjadi perhatian bersama mengingat ke depan Indonesia akan menghadapi iklim ekstrem termasuk kekeringan panjang.

Dia ingin, kolaborasi antara pemerintah sentra dan daerah terus diperkuat sehingga menjadi kunci menuju swasembada.

“Dan alhamdulillah hari ini kita mendapat dukungan penuh dari Mendagri yang Insya Allah setelah ini kita akan tingkatkan kolaborasi kita dengan pemda segala Indonesia,” katanya.

Amran menambahkan, Kementerian Pertanian sudah mengeluarkan kebijakan rentang pendek menuju swasembada pangan seperti optimasi lahan rawa 400 ribu hektare, pompanisasi sawah 1 juta hektare dan transformasi pertanian tradisional ke pertanian modern 250 ribu hektare.